EBT tidak akan serta-merta mengakhiri era migas — industri petrokimia, plastik, dan farmasi masih bergantung pada turunan migas. Indonesia disebut lebih membutuhkan energy security (keamanan pasokan) ketimbang sekadar swasembada, sembari membangun jargas (termasuk peluang di IKN) dan memperkuat kemandirian solar lewat kilang Balikpapan.
Kenapa EBT tak akan menggantikan migas sepenuhnya
Erwin Suryadi menegaskan kehadiran EBT tidak mengakhiri era minyak dan gas: industri petrokimia, plastik, hingga farmasi masih sangat bergantung pada produk turunan migas.
Jargas dan peluang emas IKN
Pembangunan jargas di kawasan padat penduduk kerap sulit terealisasi karena harus membongkar infrastruktur eksisting. IKN memberi peluang membangun jargas sejak awal — sebagai moda transportasi gas yang efisien dan menekan impor LPG.
Kemandirian solar dari Balikpapan
Peresmian kilang Balikpapan menambah kapasitas produksi sekitar 100.000 barel per hari (sebuah increment, bukan penutup total defisit), memungkinkan Indonesia memproduksi solar sendiri dan membuka peluang ekspor turunan seperti polipropilena.
Energy security > swasembada
Selama konsumsi masih melampaui produksi, mengejar swasembada penuh tidak realistis jangka pendek. Yang lebih penting adalah energy security — memastikan pasokan tersedia, terjangkau, dan andal, termasuk lewat diplomasi dan diversifikasi.