BBM Satu Harga adalah kebijakan agar harga bahan bakar sama di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) yang sebelumnya membayar jauh lebih mahal. Tantangannya adalah logistik: mengangkut BBM ke daerah terpencil berbiaya tinggi.
Di wilayah terpencil, biaya angkut BBM lewat laut, sungai, atau udara membuat harga eceran bisa berlipat. BBM Satu Harga menyeragamkan harga sebagai bentuk keadilan energi.
Menyamakan harga berarti ada selisih biaya distribusi yang ditanggung negara/badan usaha. Ini pertukaran antara keadilan dan efisiensi fiskal.
Distribusi yang merata memperkuat ketahanan energi nasional dari sisi hilir — memastikan energi benar-benar sampai ke seluruh warga, bukan hanya kota besar.