Energy Trilemma adalah upaya menyeimbangkan tiga tujuan energi yang sering saling tarik: ketahanan (pasokan aman), keterjangkauan (harga wajar), dan keberlanjutan (ramah lingkungan). Ketiganya tidak bisa dimaksimalkan sekaligus tanpa biaya di sisi lain — dan itulah inti dilema kebijakan energi.
Menaikkan porsi energi bersih (keberlanjutan) bisa menaikkan tarif listrik (menekan keterjangkauan). Menjaga harga murah lewat subsidi bisa membebani APBN dan menghambat investasi (menekan ketahanan). Setiap keputusan energi adalah pertukaran.
Dengan defisit produksi, subsidi besar, dan target transisi energi sekaligus, Indonesia menghadapi ketiga tekanan itu bersamaan. Trilemma menjelaskan kenapa "solusi cepat" jarang ada.
Setiap kali ada kebijakan energi baru, tanyakan: sisi trilemma mana yang diuntungkan, dan sisi mana yang berkorban? Kerangka ini membuat perdebatan energi lebih jernih.