Karena membangun dari nol (greenfield) jauh lebih murah daripada membongkar kota yang sudah padat (brownfield). Di permukiman lama, pipa jargas harus ditanam di bawah jalan dan bangunan yang sudah ada — mahal dan mengganggu. Kota baru seperti IKN memungkinkan jaringan gas dimasukkan ke dalam cetak biru kota sejak hari pertama, ditata rapi bersama utilitas lain, sehingga biayanya lebih rendah dan cakupannya bisa dirancang menyeluruh.
Jargas menyalurkan gas langsung ke dapur lewat pipa, menggantikan LPG tabung dengan potensi hemat sekitar 30%. Tapi di kota yang sudah terbangun, pipa harus ditanam di bawah jalan dan permukiman padat, membongkar aspal, dan menata ulang utilitas lain — biaya dan gangguannya besar, sehingga banyak rencana mangkrak.
Kota yang dirancang dari awal memasukkan jaringan gas ke dalam cetak biru sejak hari pertama, ditata bersama listrik, air, dan telekomunikasi dalam satu koridor utilitas. Tidak ada yang perlu dibongkar. Hasilnya: biaya lebih rendah, pemasangan lebih cepat, cakupan lebih menyeluruh.
Meski tak setiap kota bisa dibangun dari nol, prinsipnya tetap relevan: integrasikan energi ke dalam perencanaan sejak awal. Kawasan permukiman baru, kompleks industri, dan kota satelit bisa mengadopsi pendekatan greenfield — efisiensi energi sering dimenangkan di meja gambar.