Ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat untuk membedah isu serta masa depan energi Indonesia — berbasis data, mudah dipahami.
Ketersediaan energi yang andal — dari produksi domestik hingga diplomasi impor.
Energi yang mampu dibayar masyarakat, dengan subsidi yang tepat sasaran.
Beralih ke energi bersih secara terukur — bukan mendadak, bukan tanpa biaya.
EP.002
EP.001Setiap episode kami ringkas menjadi jawaban langsung untuk pertanyaan yang benar-benar dicari — berbasis data, dengan istilah teknis yang selalu dijelaskan.
Karena produksi migas dibagi dengan kontraktor. Dari ~600.000 barel kotor/hari, sebagian jadi cost recovery dan sisanya dibagi — hak bersih negara tinggal ~480.000 barel.
Kerangka penataan sumur minyak rakyat yang sudah ada agar lebih aman dan legal — tanpa pengeboran sumur baru, hasil wajib dibeli Pertamina (~80% ICP).
Subsidi barang menempel pada BBM/LPG dan dinikmati semua termasuk yang mampu; subsidi orang menyalurkan bantuan langsung ke penerima berhak lewat data dan digitalisasi.
Cek sumber resmi, cari konteks penuh video, tanyakan apakah bisa diverifikasi teknis (misalnya lewat ATG), waspadai pola hoaks, dan tahan diri sebelum membagikan.
Karena membangun dari nol (greenfield) lebih murah daripada membongkar kota padat. IKN memungkinkan jaringan gas masuk cetak biru kota sejak awal.
Nafta adalah bahan baku utama petrokimia — plastik, tekstil, pembersih. Satu gangguan di hulu merembet ke banyak produk, diperbesar oleh efek bullwhip.
Ada jeda rantai pasok — BBM hari ini berasal dari minyak yang dibeli berminggu lalu (lead time), ditambah fluktuasi kurs yang menggeser biaya impor.
Teknologi modular yang mencairkan gas skala kecil agar bisa diangkut isotank, bukan pipa — "membangunkan" cadangan gas marginal untuk substitusi LPG impor.
Konsumsi 1,6 juta barel/hari jauh melampaui produksi. Output kotor ~600.000, dan setelah bagi hasil, bagian negara tinggal ~480.000 — selisihnya ditutup impor.
Listrik yang produksinya naik-turun mengikuti sumbernya, bukan kebutuhan. Surya hanya saat ada matahari; menjaga keandalannya butuh cadangan yang menambah biaya.
Ini ruang bersama. Praktisi, akademisi, pembuat kebijakan, jurnalis, dan siapa pun yang punya perspektif energi bisa datang, duduk di kursi ini, dan membawakan diskusinya sendiri.
Tujuannya satu: memperbanyak suara yang membedah energi Indonesia — bukan membatasinya pada segelintir orang.
Jadi Host di Energy HubAktif dalam pengembangan ekosistem usaha dan kebijakan energi nasional, mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri, dan generasi muda.
@anggawira.idFounder Prajna dan praktisi public affairs — komunikasi strategis, pengelolaan isu, dan hubungan pemerintah–dunia usaha di sektor energi.
@sofyanherbowoJurnalis, konsultan komunikasi, dan akademisi yang berpengalaman membawakan diskusi publik soal kebijakan, hukum, ekonomi, dan energi.
@brigitamanoharaForum strategis yang mempertemukan pemerintah, badan usaha, asosiasi, dan akademisi untuk membahas masa depan bioenergi Indonesia. Tema, tanggal, dan narasumber sedang difinalisasi.
Tersedia paket sponsorship dalam tiga kategori untuk mitra yang ingin mendukung dialog energi nasional.
Dapatkan Sponsorship DeckEnergy Hub hadir untuk membedah persoalan secara lebih jernih dan mempertemukan berbagai perspektif demi masa depan energi Indonesia.